Sakit

Sakit yang ku rasakan,
mengaburi jiwa ini,
dendam yang kau berikan,
cukup di sini.
Mengapa mudahnya,
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
Putih bersih cintaku,
kau racuni hingga mati,
cinta yang kau berikan,
cukup di sini.
Mengapa mudahnya,
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
Siksanya hati ini,
kau slalu sakiti,
kau membukakan pintu ini,
namun engkau menusuk ke dalam,
hingga dasar hati,
kau mencabut nadi cinta ini.

20/11- segalanya dah  terjawab. Untuk kesekian kalinya hati aku kembali terluka. Dan mungkin luka kali ini lebih parah dari sebelumnya. Terima kasih. Memang kejujuran itu menyakitkan. Tapi aku terima. Semoga tiada lagi cerita antara kau dan aku. Pergilah bawa dirimu jauh dari dunia aku. Biarkan aku merelakan perasaan ini pergi dengan perlahan-perlahan. Ya, aku bersyukur kerna aku tidak mengikutkan perasaan aku malam itu. Dan semoga untuk kali ini, aku tidak menyesal pada kata hati aku. Selamat tinggal..~


The one that got away..

In another life
I would be your girl
We'd keep all our promises
Be us against the world

In another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away..

Pengakhiran

Pergilah cinta. Akan ada hati yang lebih layak memilikinya.
Pergilah rindu. Akan ada rindu yang di sambut tanpa di sia-siakan.
Pergilah kasih. Akan ada jiwa yang mendambakan kasihmu yang tulus itu.

Hati itu bukan lah aku. Rindu itu bukan lah dari aku. Dan jiwa itu juga bukanlah milikku.

Ku bebaskan dirimu dan diriku dari perasaan yang tiada kepastiaan ini. Ku noktahkan segala rasa ku kepada dirimu agar segala rasa itu tidak menganggu kehidupanmu. Biar aku dengan hatiku. Dan kamu dengan hatimu.

Sudah terjawab segala persoalanku. Telah tertulis benarlah bukan engkau yang tercipta untukku dan bukan aku yang menjadi pendampingmu. Biarlah yang pergi itu tetap terus pergi. 

Luka ini akan aku ubati sendiri. Tiada dendam yang tersimpan itu janji aku. Dan satu aku pinta setelah engkau berpaling, ku mohon anggap sahaja apa yang terjadi hanyalah mimpi dan bukannya realiti..

Semoga airmata malam ini adalah airmata terakhir untuk kekecewaan ini.

Ending

"Nanti bila kesunyian tiba, datang kebahagian mengembirakan, sampai masa ia hilang, jangan pernah kembali mencari, selagi ada masa mungkin dipersia, tiada penghujung dapat diundur kembali, tiada harapan yang akan mencerah, tiada insan yang sama akan menanti"


Truth

Kadang-kadang orang yang kita suka hanya mampu berada di dalam hati kita, tetapi tidak mampu berada di dalam hidup kita :')

Persoalan

Apakah ia jawapan atas segala persoalan atau ia hanyalah kebetulan?


Tetapi tetap apa yang terjadi sungguh menerujakan. Seakan ada sesuatu yang tehubung antara aku dan dia. Sesuatu yang aku tidak pasti apa. Hati? Jiwa? Perasaan? Atau ia masih hanya satu kebetulan? 


Ya memang pada detik itu aku terfikirkan dirinya. Dengan tak menyangka panggilan dia menpersoalkan tentang apa yang sedang aku rasakan. Ahhhh... sungguh pelik! Sungguh aku tak percaya. Macam fairytales pun ada juga. Ini semua mengelirukan.


Dan yang ku harap hanyalah satu. Semoga segalanya adalah ilusi dan kebetulan sahaja.

Maybe..

Maybe we're perfect strangers
Maybe it's not forever
Maybe intellect will change us
Maybe we'll stay together
Maybe we'll walk away
Maybe we'll realize
We're only human
Maybe we don't need no reason

Keep

Mencintai tidak semestinya memiliki.

I stand for that words. 

Pergi

Untuk apa kehadiran itu?
Untuk menguji aku kembali?
Untuk menduga kesetiaan aku lagi?

Cukup 82 hari yang lalu segalanya ternoktah sendiri.
Apa keperluan lagi untuk kau menagih kasih yang tiada ertinya lagi?
Berikan aku peluang untuk mencipta kebahagiaan aku hakiki.

Pergilah kasih, bawa rindumu jauh dari hatiku.
Sungguh aku tak ingin sekelumit rasa hadir kembali dalam hati ini.
Meski itu yang ku dambakan.
Meski itu yang ku harapkan.

Biarkan diri menyepi.
Biarkan hati kosong kembali.
Biarkan kenangan terhenti di sini.
Biarkan segalanya pergi sendiri.

Kerna sekali ku melangkah aku mohon agar aku tidak akan berpaling lagi.

Biar

Biarlah yang ingin pergi itu terus pergi.
Dan yang mana masih ingin bersama tetap bersama.
Untuk apa memaksa.
Tidak semua mampu untuk menerima.
Walau nampak kecil. Walau nampak tiada apa.
Tapi itu bagi aku. Bukan mereka.
Biarkanlah mereka memilih cara mereka.
Dan aku dengan hidup aku.
Jika tiada yang ingin bersama untuk bahagia.
Aku mampu untuk menciptakannya sendiri.

Love is..

Love is when two person just trust each other.
Love is when two soul understand each other.
Love is when two heart being loyal to each other.
Love is when they can feel each other even they are thousand miles far away.

Argue-Love ?

"The person you argue the most is the person you love the most..."

Kau rasa? Betul?

Kalau. Pasti. Salah.

Kalaulah masa tu apa yang kau cerita itu semuanya kejujuran.
Kalaulah masa tu memang kau yang aku kenal seorang yang telah di kecewakan.
Kalau lah masa tu aku adalah satu satu temanmu susah senang.
Kalaulah masa tu hanya aku yang kau benar benar suka, sayang, kasih, rindu dan cinta.
Dan kalaulah masa tu aku yang sedang engkau cuba menawan untuk TERsuka tanpa sengaja.

Pasti semua ni takkan jadi seperti sekarang.
Pasti aku akan behave.
Pasti aku tak mengeraskan diri.
Pasti aku tak menjadi egois.
Dan pasti semuanya akan ok ok sahaja.

Apa ini silap engkau yang ragu-ragu pada perasaan sendiri atau silap aku  yang egois tidak mengaku sudah TERsuka sendiri...

Waitting something

Kadang aku sendiri tak faham. Susah sangat ke untuk memahami hati seorang perempuan bergelar 'aku

Memang aku menanti sesuatu. Ya sesuatu yang dapat pulihkan kembali hati aku. Bukannya datang masih mengajak bermain tarik tali!

Apa perlu aku pinjamkan untuk sesaat dua hati perempuan aku ini?

Persoalan

Bila aku tenung dalam dalam.
Aku tanya hati aku.
Apa sebenarnya aku rindu?

Mengapa

Kenapa perlu ada rasa rindu walau cuba ku tanamkan rasa benci?
Kenapa perlu kau hadir kalau ia hanya sementara?
Apa hanya untuk menyakitkan hati?

keliru.

Hakikat sebenar tiada satu orang pun yang mengetahui sebenar-benarnya aku sedang berperang bersama perasaan sendri.
Antara rindu, cinta dan keterpasaan membenci. 
Oh tuhan, kenapa harus sekali lagi perkara yang sama aku rasa. Kenapa tidak bahagia itu menjadi milik aku selamanya. Kenapa tidak hadirnya memberi pengharapan yang sebenarnya?
Dan keputusan apa yang aku lakukan itu, seperti aku sendiri yang takut akan penerimaannya. Bila tadi aku lihat, ya dia pun sudah mula membantu untuk aku pergi..

Jadi menyesalkah aku..?

sakit

Sakit bila mencintai seseorang yang tidak untuk kita.
Tapi lebih menyakitkan untuk melupakan ia.
Sangat menyakitkan bila rindu hadir bersama ia.
Untuk bagaimana harus aku melupakannya...

fear

Jika kau tanya pada aku, apakah sesuatu yang sangat aku takutkan. Jawapanku adalah "cinta

candle-light-iftar

"Eeeiii bencilah cakap dengan dia ni. Annoying tak pernah habis!!!"

"Jom berbuka sama.."

Kata benci dari bibir memang tak akan pernah lenyap.
Tapi kata hati menafsikan sebaliknya.

Senyuman itu.
Tawa itu.
Mata itu.

Ya, aku rindu!

Dan di bawah cahaya pelita itu sebagai saksi "yang aku rindu"...

.

Sikit pun aku tak mengharap apa apa. 
Sebab itu juga perlahan-lahan aku didik hati aku untuk kembali kosong.
Setiap sapaan yang kau beri, aku balas dengan penuh kehambaran.
Tapi tetap itu juga kau tak pernah sikit pun terasa bosan dan berhenti dari meng'annoyingkan diri.
Ahh.. Sengaja nak bermain hati aku.

Aku benci.
Untuk kesejuta kali aku benci.

si selfish!

Kalau aku tahu kunci untuk aku lari dari semua permasalahan ini.
Ahhh.. Lagi aku nak menjauh, gigih tu jugak kau nak hampiri.
Haritu elok je kau abaikan aku. 
Bila aku sikit sikit nak padam perasaan tu, senang senang tu jugak lah kau datang menulis kembali perasaan tu.
Dah sekarang aku jugak keliru. 
Berperang aku antara sayang, rindu dan benci...

...jadi aku pilih untuk berdiam dan mengeraskan hati.

Kau memang kajam. Kau memang selfish!

kesal

Mungkin sekarang tak rasa apa.
Mungkin sekarang macam biasa biasa.
Tapi suatu hari kau pasti kesal sebab kau hilang orang yang sayang kau, kasih kau dan cinta kau...

...seperti aku.

dusta

Biasa lah pada awalannya segala indah.
Di tabur 1001 janji.
Setiap satu butir kata itu penuh pengharapan. 
Yang kononnya nak kata kau itupencinta yang setia.
Yang kononnya kau lah yang di khianat.

Hakikat itu semua nista.
Kata kau, kau tak akan berpaling ke belakang.
Tapi akhirnya kau juga yang masih membaca buku yang sama yang lama.
Dan aku menjadi mangsa, dengan segala pemanis di bibir yang kononnya setia..

Surrender

Entah kenapa cuba aku jauh. Aku sendiri yang tak keruan. Hendak buat tak endah. Tapi hati rindu. Akhirnya aku juga kalah. 

Tapi kata maaf dia tu. Sedikit sebanyak menghilangkan rasa egois dalam diri.

ego

"Tomorrow can you please wake me up. Something important to do. Thank you..."

Setelah untuk beberapa hari menyepi. Setelah semalam aku berperangai dingin.  Kemudian kau muncul untuk pesanan itu  saja? Ingat aku ni alarm clock kau? 

Kalau rindu kata rindu. Dont let your ego ruin your life.. 🤗😏

i hate you, i love you

"I hate youI love you
I hate that I love you
Don't want to but I can't put nobody else above you
I hate you I love you
I hate that I want you
You want her, you need her
And I'll never be her"

But seems you are fine and never care 😞


phewww...


 "I'm not texting you for a few days because of busy with working. Then felt tired and asleep.." 

and wow if it is true then....

lost

Dah nak masuk hari ketiga menyepi je tanpa satu khabar. Pesanan terakhir "I need to continued with my works okay.." Lepastu hilang sehingga ke saat ini.

Just think so mybe he just delete my name in his memories because of his memory has full with his work :/

It's okay

Sometimes it's okay to be independence to yourself cause that times only you can feel how really mature you are to make your own decision without asked other opinion.

Sometimes it's okay to only think about yourself eventho the people will label you as a "selfish bullshit" but heyyy did you know that your happinest is more priority to yourself when there's no one even care about you.

Sometimes it's okay to be alone than to be with a fake friends or.. even a fake boyfriend that just always breaks your heart into a piece without any sorry and just leave you there alone.

Sometimes it's okay to ignore the all of your haters that never know who you really are and what they sees only your flaws.

Sometimes it's okay to be done with the people who always screwed you up without any good reason.

And sometimes it's okay to be okay when everything is not really okay in fact of you know that everything that happen is gonna ruin your day and make you feel upset and unwanted..

But... you still said to yourself "it's okay"

Not staying nor leaving

Kekadang aku keliru.
Kenapa perlu menyesal dengan apa yang berlaku.
Sebelum jadi dah di ingati bukan?
Dan seterusnya bila menjadi realiti menyesal tak sudahi.

Untuk mendapatkan peluang kedua? ketiga? kempat? atau sehingga trillion punya peluang.
Perkataan sama jua yang lahir "aku menyesal dengan apa yang jadi, berikan satu peluang lagi..."
Dan hal ini boleh menjadi satu itu tidak kekal pada satu.
dan lagi itu akan terus menjadi lagi.

Bukan bersifat kejam jauh lagi dendam.
Cuma hati dah penat untuk memberi peluang yang pasti akan di khianati lagi.
Ia akan tetap indah untuk beberapa ketika, dan kemudian akan kembali ke asal.

Itulah hidup.
Aku lebih memilih untuk tidak lagi terjebak.
Sakit bila di khianati masih terasa hingga kini.
Dan aku masih tidak ketemu penawarnya lagi.

Should I?

"Noktah yang tidak bertanda
Pertemuan tak diduga dan disengaja
Membuat diriku menulis semula

Rasa yang tidak bernama

Mengetuk hati memberi salam kasihnya
Haruskah diriku membenar semula

Seringkaliku menolak

Terjatuh hatiku
Padamu yang selalu bersamaku
Dalam suka dalam duka
Haruskahku menjauh

Ku cuba untuk lenyapkan semua

Kenangan yang tiada harga dan berguna
Inilah waktunya untuk dinoktahkan...

berkali ku cuba
membenarkan hati
menidakkan dusta
tak tergamak aku
kejamkah diriku
mencipta peluang
haruskah ku menjauh.."

Kadang memang sengaja aku keraskan hati untuk aku terus teguh berdiri. Walau pada hakikat sebenar aku tidak sekuat itu. Memang aku cuba, cuba untuk lari dari realiti. Sungguh kalau aku tahu benda ini yang bakal aku hadap, pasti pilihan pertama aku adalah untuk terus mematikan hati aku dari timbul sesuatu perasaan.

Bukan aku tidak mencuba untuk menjauh. Semakin aku jauh, semakin itu juga kau cuba hampiri. Dan semakin itu juga peluang untuk kau mengisi kekosongan dalam hati aku ini seakan akan dihamparkan karpet merah. Apa aku juga kah yang memberi peluang itu? 

Masih salah aku kah untuk terus memberi peluang? Masih salah aku kah untuk terus membiarkan hati ini? Masih salah aku kah?

Dan aku di sini akan tetap cuba untuk noktahkan ia semula...

Hate

I wish i can ignore you..
I wish i can hate you..
I wish that i never know you..

Let me fall in love with you in silence


"Biarkanlah ku terus mencintai kamu
Mencinta seperti waktu dulu
Kurindu saat kita bersama
Mengikat kasih bahagia

Kumahu kau tahu kau selalu di hatiku
Tak mungkin ku kan ada yang baru
Kumahu engkau selalu tahu
Dirimu cinta matiku

Biarkanlah saja ku terus merindu
Merindu dirimu
Biarkanlah saja aku menyimpan kasih kepadamu

Kumahu engkau selalu ada di sini
Menemani setiap malamku yang sunyi
Kusedar kita takkan mungkin bersama..."

Saat ini aku tahu kau masih keliru dengan siapa yang kau mahu. Dan aku juga tahu terlalu awal untuk aku mengiyakan kata hati aku yang aku sebenarnya sayangkan kau lebih dari seorang teman. 

Biarkan semua ini dalam persoalan. Dan aku relakan benda ini menjadi rahsia. Meskipun kita tak bersama kini. Tak mustahil untuk yang akan mendatang.

Kalau ada jodoh tak kemana kan 😌

2 January

Kehadiran mu seperti bulan
Bila malam kau menjelma
Bila siang kau menghilang
Bila ketiadaan ku sering dirindui
Bila kehadiran ku sering di salah erti...

Kehadiran mu bagai bintang
Sentiasa menerangi
Indah bila terang
Sepi tiada seri...

Kehadiran mu bagai matahari
Walau terik
Walau panas
Walau silau
Tetap akan di cari...

-Namia-