Sakit yang ku rasakan,
mengaburi jiwa ini,
dendam yang kau berikan,
cukup di sini.
mengaburi jiwa ini,
dendam yang kau berikan,
cukup di sini.
Mengapa mudahnya,
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
Putih bersih cintaku,
kau racuni hingga mati,
cinta yang kau berikan,
cukup di sini.
kau racuni hingga mati,
cinta yang kau berikan,
cukup di sini.
Mengapa mudahnya,
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
kau sakiti,
mengapa mudahnya,
kau lukai,
mengapa kejamnya,
kau menghancurkan hati perasaan ini.
Siksanya hati ini,
kau slalu sakiti,
kau membukakan pintu ini,
namun engkau menusuk ke dalam,
hingga dasar hati,
kau slalu sakiti,
kau membukakan pintu ini,
namun engkau menusuk ke dalam,
hingga dasar hati,
kau mencabut nadi cinta ini.
20/11- segalanya dah terjawab. Untuk kesekian kalinya hati aku kembali terluka. Dan mungkin luka kali ini lebih parah dari sebelumnya. Terima kasih. Memang kejujuran itu menyakitkan. Tapi aku terima. Semoga tiada lagi cerita antara kau dan aku. Pergilah bawa dirimu jauh dari dunia aku. Biarkan aku merelakan perasaan ini pergi dengan perlahan-perlahan. Ya, aku bersyukur kerna aku tidak mengikutkan perasaan aku malam itu. Dan semoga untuk kali ini, aku tidak menyesal pada kata hati aku. Selamat tinggal..~